Coffee Beans Trade Insights: From Origin to Export-Ready Lots

Coffee Beans Trade Insights: From Origin to Export-Ready Lots

Ekspor coffee beans bukan hanya soal “origin” atau “variety”, tetapi juga tentang kesiapan lot: grading, moisture control, dan konsistensi profil. Banyak buyer (roastery maupun trader) fokus pada keterulangan kualitas dan transparansi data.

Hal-hal yang biasanya menjadi perhatian buyer internasional:

  • Grade & defect count: standar grading dan toleransi defect.
  • Moisture & water activity: stabilitas selama shipping sangat dipengaruhi kontrol kelembapan.
  • Processing method: washed/natural/honey, serta konsistensi proses.
  • Cupping notes: deskripsi rasa yang jujur dan konsisten antar lot.
  • Packaging export: grainpro/liner, karung, dan standar pallet/container loading.

Untuk meminimalkan risiko saat pengiriman lintas negara, alur yang umum dipakai:

  1. Pre-shipment QC: cek moisture, visual grading, dan sample roasting/cupping bila diperlukan.
  2. Lot coding: setiap lot punya kode unik untuk traceability.
  3. Packing plan: pemilihan inner liner dan desiccant bila dibutuhkan (tergantung rute & musim).
  4. Dokumentasi: spesifikasi lot, packing list, dan rekam proses.

Bagi buyer yang ingin menggabungkan portofolio produk, palm sugar sering dipasangkan dengan coffee beans untuk segmen F&B dan specialty beverage—karena keduanya punya positioning “natural” dan nilai cerita asal (origin story) yang kuat.

0 Comments

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *